Kamus Istilah Kesehatan

April 14, 2009

Kenali Penyebab Keguguran (Abortus)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — kamussehat @ 8:02 am

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) diketahui bahwa sekitar 15% kehamilan mengalami keguguran, sedangkan data lain menyebutkan bahwa sekitar 15-40% dari kehamilan yang terjadi. Angka sebenarnya mungkin lebih besar, karena bisa saja keguguran terjadi sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya hamil. Dari jumlah tersebut, sekitar 60-75% angka keguguran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu.

Apa penyebabnya?
Menurut dr. Kanadi Sumapraja, SpOG (K) staf bagian obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, keguguran adalah penghentian proses kehamilan pada usia kehamilan di bawah 20 minggu. Pada saat itu, janin memiliki berat setidaknya 500 gram. Keguguran atau abortus ada yang bersifat sporadis (terjadi dalam satu waktu), dan ada juga yang dikenal dengan keguguran berulang. Keguguran sporadis tidak memiliki pola dan sebagian besar disebabkan adanya kelainan kromosom, mungkin pada sel telur atau sel sperma.

Pada awalnya sel telur atau sperma yang memiliki kelainan kromosom ini masih mampu melakukan pembuahan hingga akhirnya menempel di dinding rahim. Akan tetapi, tubuh ibu memiliki kemampuan mendeteksi kelainan tersebut, sehingga hasil pembuahan ini ditolak tubuh, dan terlihat sebagai proses keguguran. Demikian penjelasan dari staf sub bagian imunoendokrinologi reproduksi ini.

Selain penyebab kelainan kromosom, ada banyak faktor yang diduga menjadi penyebab keguguran. Diantaranya:
1. Penyakit autoimun, seperti penyakit lupus eritematosus sistemik (SLE, systemic lupus erythematosus) dan adanya antibodi antifosfolipid (APLAs).
2. Kelainan anatomi, biasanya disebabkan adanya kelainan pada rahim atau leher rahim ibu.
3. Infeksi. Ada beberapa jenis kuman yang dapat menyebabkan keguguran seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoe.
4. Pengaruh lingkungan dan gaya hidup. Merokok dan kekurangan hormon progesteron juga dapat menjadi faktor penyebab keguguran.

Berbagai faktor tersebut memang belum diketahui secara langsung dapat mengakibatkan keguguran. Akan tetapi, wanita yang termasuk dalam kelompok di atas perlu waspada saat hamil. Apabila berkenaan dengan gaya hidup, sebaiknya menghindari gaya hidup yang negatif, seperti berhenti merokok atau menghindari berdekatan dengan perokok atau menjauhi minuman beralkohol. Sedangkan, jika berhubungan dengan penyakit, sebaiknya mencari pengobatan untuk menyembuhkan penyakit seperti rubela atau infeksi HPV.

Mei 16, 2008

Baby Blues

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , — kamussehat @ 5:56 am

Baby Blues:

Baby blues dialami oleh 50 sampai 75% ibu baru. Gangguan ini paling sering terjadi dan bentuk reaksi pascamelahirkan yang paling ringan. Gejalanya antara lain:

-          Menangis tanpa penyebab yang jelas

-          Tidak sabar; merasa sendiri

-          Peka rangsang; kehilangan identitas

-          Gelisah’ merasa sedih

-          Cemas; harga diri rendah

-          Lebih sensitif dan rentan

Gejala-gejala di atas memang tidak menyenangkan, tetapi dapat diatasi. Baby blues mulai terjadi pada hari ketiga sampai keempat setelah kelahiran dan berlangsung seminggu sampai dua minggu. wanita sering mengalami kebingungan atau disorientasi. Wanita sangat memerlukan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, seperti pasangan, ibu-ibu yang mengalami hal sama, dan tenaga medis. Apabila gejala yang anda mengganggu kemampuan ibu merawat diri dan bayinya, wanita mungkin mengalami depresi pascamelahirkan.

Mei 15, 2008

ABORTUS alias Keguguran

Diarsipkan di bawah: A — Tag:, , , , , — kamussehat @ 9:44 am

Abortus

Abortus atau lebih dikenal dengan istilah keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Janin belum mampu hidup di luar rahim, jika beratnya kurang dari 500 g, atau usia kehamilan kurang dari 20 minggu karena pada saat ini proses plasentasi belum selesai. Pada bulan pertama kehamilan yang mengalami abortus, hampir selalu didahului dengan matinya janin dalam rahim.

 

Keguguran atau abortus disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

-          Kelainan sel telur ibu, biasanya terjadi di awal kehamilan.

-          Kelainan anatomi organ reproduksi ibu, misalnya mengalami kelainan atau gangguan pada rahim.

-          Gangguan sirkulasi plasenta akibat ibu menderita suatu penyakit, atau kelainan pembentukan plasenta.

-          Ibu menderita penyakit berat seperti infeksi yang disertai demam tinggi, penyakit jantung atau paru yang kronik, keracunan, mengalami kekurangan vitamin berat, dll.

-          Antagonis Rhesus ibu yang merusak darah janin.

 

Ada beberapa jenis abortus atau keguguran, yaitu:

Abortus Iminens

Ditandai dengan perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, ibu mungkin mengalami mulas atau tidak sama sekali. Pada abortus jenis ini, hasil konsepsi atau janin masih berada di dalam, dan tidak disertai pembukaan (dilatasi serviks)

Abortus Insipiens

Terjadi perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan disertai mulas yang sering dan kuat. Pada abortus jenis ini terjadi pembukaan atau dilatasi serviks tetapi hasil konsepsi masih di dalam rahim.

Abortus Inkomplet

Terjadi pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, sementara sebagian masih berada di dalam rahim. Terjadi dilatasi serviks atau pembukaan, jaringan janin dapat diraba dalam rongga uterus atau sudah menonjol dari os uteri eksternum. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga harus dikuret.

Abortus komplet

Pada abortus jenis ini, semua hasil konsepsi dikeluarkan sehingga rahim kosong. Biasanya terjadi pada awal kehamilan saat plasenta belum terbentuk. Perdarahan mungkin sedikit dan os uteri menutup dan rahim mengecil. Pada wanita yang mengalami abortus ini, umumnya tidak dilakukan tindakan apa-apa, kecuali jika datang ke rumah sakit masih mengalami perdarahan dan masih ada sisa jaringan yang tertinggal, harus dikeluarkan dengan cara dikuret.

Abortus Servikalis

Pengeluaran hasil konsepsi terhalang oleh os uteri eksternum yang tidak membuka, sehingga mengumpul di dalam kanalis servikalis (rongga serviks) dan uterus membesar, berbentuk bundar, dan dindingnya menipis.

Kamus Istilah Kesehatan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — kamussehat @ 9:37 am

Dunia kesehatan saat ini berkembang demikian majunya. Sayang rasanya jika kita, sebagai konsumen tidak membekali diri dengan informasi seputar kesehatan. Situs ini hadir untuk membantu mengenal lebih jauh istilah-istilah yang sering digunakan di bidang kesehatan. Semoga bermanfaat.

Blog pada WordPress.com.